Keluar dari sebuah hubungan yang gagal, setelah benahi diri, saya pikir seharusnya sudah cukup pintar dalam menilai orang, ternyata cinta memang buta, karena pada saat kita mencintai seseorang, kadang logika kita jadi tidak berjalan semestinya. 3 bulan yang lalu, sebuah hubungan kembali berakhir, mungkin karena masih banyak kekurangan dari diri saya sendiri, sehingga begitu sulit untuk menjalin sebuah hubungan, bagi saya, sebuah hubungan akan berhasil jika kedua belah pihak memang mau berusaha untuk mewujudkan, membuatnya makin berkualitas dan melangkah bersama ke depan. Hubungan bisa awet jika sama-sama meluangkan waktu untuk merawat, ada keharmonisan dan keintiman yang membedakan antara sekedar berteman atau menjadi pasangan hidup.
Bahas patah hati tiada habisnya, toh itu tidak akan mengubah apa-apa, mending kita fokus kembali ke diri kita sendiri, buat diri kita makin baik, baik secara personality maupun secara kebutuhan hidup, buat kita menjadi orang yang makin berkualitas. Keluar dari masa-masa putus cinta mungkin ada yang cepat ada yang lambat, dan saya termasuk kategori yang lambat, bukan karena ingin terlarut dalam rasa sedih, tapi lebih karena tidak mudah melepaskan perasaan yang pernah ada (bukan ingin CLBK). Bagi saya, jika sampai keluar kata putus, berarti kesabaran dan toleransi sudah tidak ada, kekecewaan sudah terlalu besar, namun perasaan tetap ada, memikirkan kenapa bisa gagal dan intropeksi diri. Teman bilang saya tidak pintar menilai orang, selalu memilih orang yang salah untuk dicintai, mungkin ada benarnya, makanya saya ingin lebih berhati-hati dalam memilih, tapi teman juga bilang jangan terlalu lama memilih, karena umur terus bertambah, jadi harus bagaimana?
Saya bukan expert soal move on, malah saya sangat payah dalam hal ini, tapi saya berusaha ambil hikmah dari tiap pengalaman, semoga nantinya bisa jadi bekal dalam menyaring hubungan berikutnya, berikut hikmah yang saya pelajari:
1. Cintai diri sendiri, jangan pernah merusak diri sendiri dengan hal-hal negatif, seperti alkohol, drugs, dll, ini bukan berarti saya pernah melakukan hal-hal negatif tersebut, tapi tujuannya agar kamu bisa melihat perubahan ke arah yang lebih baik pada saat berada di hubungan yang salah, dibanding saat kita sendirian. Kita akan sadar, lepas dari hubungan yang salah, kita akan merasa jadi lebih sehat, lebih bahagia dan tentunya lebih banyak waktu untuk diri kita sendiri.
2. Jalankan hobby, pergi keluar rumah, pergi foto, pergi travelling, pergi nonton, apa pun itu, just do it, kita tidak perlu melapor lagi, tidak perlu minta izin, kita bisa habiskan uang untuk hal-hal yang memberi pengembangan ke dirimu sendiri, dibandingkan habis untuk orang yang tidak pantas. kamu tidak perlu lagi harus tunggu kabar darinya, tidak perlu sesuaikan jadwal dengannya, tidak perlu tunggu-tunggu dia lagi, semua waktu adalah milikmu sendiri, so just do the good thing for yourself.
3. Berteman dengan orang banyak, sekarang kamu bebas pergi ke mana saja dengan siapa saja (tentu bukan suruh rebut pasangan orang lain ya), banyak berteman akan buka wawasan kamu, setidaknya kamu akan lebih pintar mengenal orang nantinya.
4. Set your goal, jika dulu kamu ingin diet, ingin besarkan otot, ingin menabung, ingin beli ini, ingin begini begitu, lakukan! karena semua itu adalah untuk dirimu sendiri, yang nikmati adalah dirimu sendiri juga.
Kadang kita lupa, kita telah luangkan terlalu banyak waktu dan tenaga untuk orang yang tidak pantas, tapi kita juga harus tingkatkan kualitas kita sendiri, "Baik" saja tidak akan cukup untuk pertahankan sebuah hubungan, karena sudah banyak orang diputuskan dengan alasan "Kamu terlalu baik untukku." Kita harus bisa menghargai diri sendiri, membenahi diri sendiri,membuat kita lebih berkualitas, jangan mengantungkan kebahagiaan kita kepada orang lain.
Masa lalu sudah berlalu, tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi, karena sebenarnya pada moment itu, kita juga menginginkannya, hanya saja hasilnya tidak seperti yang kita bayangkan.
Masa depan pasti akan datang, tergantung kita ingin hadapi dengan penyesalan atau mempersiapkan diri dengan mantap untuk menyambutnya.
It's oke jika kadang-kadang kita teringat kembali masa lalu, itu hanyalah bukti bahwa kita punya hati, dan kita pernah mencintai dengan sepenuh hati.
Masa lalu sudah berlalu, tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi, karena sebenarnya pada moment itu, kita juga menginginkannya, hanya saja hasilnya tidak seperti yang kita bayangkan.
Masa depan pasti akan datang, tergantung kita ingin hadapi dengan penyesalan atau mempersiapkan diri dengan mantap untuk menyambutnya.
It's oke jika kadang-kadang kita teringat kembali masa lalu, itu hanyalah bukti bahwa kita punya hati, dan kita pernah mencintai dengan sepenuh hati.

0 comments:
Post a Comment