Saat pertama kali berakhirnya hubungan ini, hanya ada amarah, kecewa, dendam dan trauma yang tertinggal, entah berapa kali aku mengepalkan tangan dan bersumpah akan balas dendam dan menghancurkan hidupnya juga, tapi untung itu tidak menjadi tindakan nyata, aku bersyukur mendapat nasehat positif, aku harus menerima kenyataan, terima semua sudah terjadi, kesalahan tidak selalu di satu pihak dan berhenti mengejar kesalahan, salahku sendiri yang terus memberi kesempatan.
Aku pikir aku bisa mengatasinya, hanya butuh lebih banyak waktu untuk sendiri, semua yang telah hilang akan diraih kembali, tapi kamu terus kembali, kembali untuk menunjukkan bahwa kamu sudah berubah, menunjukkan bahwa kamu menyesal, kembali untuk meminta maaf dan kembali meminta kesempatan untuk kesekian kalinya.
Ketulusanmu mengubah pandanganku, tak bisa disangkal aku memang sangat mencintaimu, perasaan tidak bisa hilang atau berubah begitu saja.
Kita memulai kembali semua dari awal, aku sangat bahagia, sangat gembira dan sangat bersyukur karena kamu benar-benar membuktikan bahwa kamu sudah berubah, aku bangga.
Tapi keadaan tidak berjalan mulus, rintangan terus datang, dan kita sudah berusaha, kamu sudah sangat berusaha, aku menghargainya, tapi rasa sakit hati dan kekecewaan telah terlalu menumpuk. Tidak ada yang menginginkan perpisahan, apalagi perpisahan kedua, ibarat tangan kanan memegang pisau untuk memotong daging di tangan kiri sendiri.
Meski kesempatan kedua hanya singkat, tapi aku menghargai semua moment bahagia yang kita lewatkan, aku tak akan melupakan semua hal-hal menyenangkan yang kamu berikan, senyumanmu, sifat labil kamu, moody, bagaimana kamu buat aku benci dan cinta di saat yang bersamaan.
Semoga suatu saat teringat dirimu kembali, aku akan tersenyum.
Di saat orang lain menanyakan kembali tentang kamu, aku akan bilang sebuah kenangan dan pelajaran tak terlupakan.
Aku berterima kasih, terima kasih kamu sudah temani aku lalui begitu banyak hal, begitu banyak moment, kamu membuat saya belajar artinya kepercayaan, artinya komitment, berharganya sharing kebahagiaan dengan orang lain, berharganya sebuah relationship, membuat saya mengerti batas toleransi, dan membuat saya mengerti artinya kata "thank you dan sorry" pada saat yang bersamaan. Mungkin aku sudah tahu semua kata-kata di atas tapi kamu yang membuat saya belajar dan mengerti arti sebenarnya.
Aku mendoakan kamu lebih duluan menemukan pasangan baru yang bisa membahagiakanmu, menyembuhkanmu dan bisa menemanimu selalu, aku mendoakan kamu menemukan kegembiraan yang selalu kamu cari.
We meet for a reason, either you are a blessing or a lesson.
You have a gentle side, and a lonely heart that can't be tame.
I wish you find your happiness.

Pengalaman adalah guru yang baik.
ReplyDeleteBahkan saya bisa menegaskan bahwa masalah adalah jalur kesuksesan.
Pergumulan hidup adalah sahabat perjuangan untuk menjadi dewasa dan lebih baik dari hari ke hari.
Salam santai
menang BERSAMA
hidup adalah PERJUANGAN