Satu kata untuk perjalanan ke Thailand, "PEACE", perjalanan yang luar biasa tentu ada kisah luar biasa dibaliknya juga. Sebenarnya sudah beberapa kali saya ingin berwisata ke negara Gajah Putih, tapi selalu saja gagal dengan berbagai kendala, saya sangat bersyukur kali ini bisa berjalan mulus meski ada ancaman genjatan militer dan curfew, tapi tetap saya terjang. Hasil tabungan uang dinas beberapa kali saya gunakan untuk wisata kali ini, saya merencanakan perjalanan yang cukup lama, yaitu selama 8 hari, luar biasa kan, 8 hari berada di Bangkok, apa yang mesti dilakukan? Untung saya membawa tour guide yang luar biasa, orang yang sudah anggap Bangkok sebagai rumah kedua atau ketiganya, hehe...
Setelah check in di hostel (sudah sering kalo nginap di hotel, sesekali cobain hostel, pengalaman yg berbeda), saya dan my super tour guide langsung ke Wat Mahabut (Mai Nak Nak) untuk sembahyang dan berdoa, harus kuakui tempat ini sangat berbeda dengan kuil-kuil pada umumnya, di mana kita sembahnya buka dewa atau orang suci lainnya, tapi melainkan kuntilanak bersama bayinya, tentunya kuntilanak yang baik, mungkin lebih gampangnya kalian bisa cari film Pee Mak, kabarnya itu adalah ceritanya yang dibuat jadi film. Tak hanya orang asia yang berkunjung ke tempat ini, tapi saya melihat ada orang barat (bule) juga ikut sembahyang, mungkin rumor jika berdoa dan memohon dengan tulus dan niat yang baik maka permintaan akan dikabulkan sudah menyebar sampai ke telinga orang barat, tak ada salahnya jika kita ikut berdoa asal dengan niat yang baik.
Selesai dari Wat Mahabut, kami lanjut naik ojek dan BTS ke lokasi Simianfo di Erawan, another spiritual activity. Simianfo di sini rame sekali, meski di Bangkok ada banyak patung Simianfo tapi yang di Erawan adalah yang paling rame, gak bisa kebayang jika datangnya pas ulang tahun Simianfo. Pas perjalanan menuju Erawan kami sempat diwawancara oleh wartawan dari Phoneix TV (Hongkong) menanyakan pandangan kami terhadap Darurat Militer yg terjadi di Bangkok, sepertinya cukup serius, tapi kami hanya berharap semua berjalan aman dan lancar, holiday tidak terganggu.
Setelah capek sejak turun pesawat dan panas2 jalan sana sini, kami sepakat mau relax di Onsen Yunomori, tempat spa ala Jepang satu2nya di Bangkok, jika sempat main ke Bangkok, sangat disarankan untuk santai sejenak ke tempat ini, very recommended.
Hari-hari selanjutnya kami kunjungin berbagai tempat wisata di Bangkok, seperti Wat Pho dengan patung Buddha yang begitu megah, Asiatiq yang begitu rame, tapi gak sempat aku jelajahi seutuhnya walau sudah ke sana dua kali, Sim Niramit dengan pertunjukan kelas International yg spektakuler, tak luput juga kehidupan malam yang WHAO...sungguh liar, tapi secara pribadi aku kurang menikmati karena stafnya terlalu antusias dan pemainnya ehmm...not my type, wkwkw...kemudian ada ke Siroco, lokasi syuting film Hang Over 2.
Pengalaman lainnya yaitu di Bangkok kita hampir tidak pernah makan di tempat mewah, kebanyakan kita cicipi makanan tepi jalan, makan ciri khas lokal, cuaca di sana pas lagi panas2nya, keringat berjujuran, kejar2an naik BTS, dapat kenalan traveler bule yang akhirnya ikut kami keliling Bangkok, ketemu pengemudi Tuk Tuk yg reseh.
Mungkin suatu saat aku akan balik lagi ke Bangkok, dan saat itu semua pasti akan terasa sangat indah, karena semua kenangan saat itu begitu menyenangkan.