Monday, October 28, 2013

I found great heart in you

Cobaan dinas kembali melanda, dari yang semula terjadwal dinas 4 hari berubah menjadi 6 hari, rasanya cukup berat tapi demi kerjaan tidak ada pilihan lain. Mungkin ini cobaan yang diberikan untukku atau memang untuk menguji keseriusan orang yang nantinya akan mendampingiku.

Dinas yang berturut-turut sebelumnya, sungguh menyita “me time” dan menguras stamina, habis Philipine lanjut ke China, belum juga terbiasa dengan kemacetan Jakarta tapi sekarang sudah harus kembali dinas ke China lagi. Dinas bukan masalah, tapi rasa kehilangan setelah dinas sering menghantui. Tiap kali pulang pergi dinas, pasti ada yang berubah, tak lain adalah saat memulai sebuah relationship, sudah beberapa relationship yang berusaha aku bina sebelumnya, tapi semuanya pasti akan kandas tiap kali aku pulang dari dinas, semuanya jadi dingin. Apakah jarak memang kutukan dalam relationship atau jarak membuat kita lihat jelas kesungguhan bersama dalam membina hubungan?

Saat dinas ke China pertengahan September sebelumnya, sempat ada kenalan baru, awalnya aku tidak terlalu banyak menaruh perhatian, karena kupikir paling cuma sekedar kenalan say “Hi” saja, nantinya juga akan hilang sendiri tanpa kabar, tapi yang ini sepertinya beda, akhirnya aku memutuskan ajak dia ketemuan untuk nonton bersama.

Singkat cerita, setelah confirm judul film dan jam tayang aku pun membeli tiket dan menunggu kedatangannya. Waktu baru menunjukkan jam 9 malam dan jam tayang filmnya jam 12 malam, masih cukup banyak waktu. Sambil menunggu aku hanya duduk melamun di lobby, beberapa saat kemudian ada text masuk darinya, tertulis “kamu sudah beli tiketnya?” Firasatku saat itu langsung berkata “ini 100% pasti tidak jadi datang, so u better have a good reason.” Langsung saja aku jawab “Sudah beli tiketnya, tapi jika kamu mendadak ada urusan lain gpp kok, aku gak masalah.” Dan memang benar, dia tidak bisa datang, bilangnya sih kirain tadi aku cuma cek jadwal dan tidak jelas dengan film yang aku pilih tadi. Sebenarnya saat itu aku sudah malas banget ladenin, paling tidak suka dengan orang yang ingkar janji dan beri alasan tak jelas. Gak lama kemudian, dia kembali kirim text: “kamu benaran sudah beli tiket? Coba fotoin.” Aku hanya balas dingin “Buat apa, emg kamu bisa nonton? Sudahlah gpp.”  Benar-benar sudah malas ladenin dia, karena sudah rada emosi juga, tapi tetap penasaran ingin dapat jawaban kenapa dia ingkar janji mendadak, penjelasan dia  “maaf gak bisa pergi, karena mendadak harus ke rumah duka.” Aku pikir, ini sudah jam 10 malam, dan begitu mendadak, pasti kerabat dekatnya. Dia menjelaskan harus ke rumah duka karena tantenya meninggal. Ya apa boleh buat, jika itu alasannya aku hanya bisa terima, dan akhirnya aku juga batal nonton sendiri. Antara merasa dikecewakan dan malas pulang rumah, akupun keluar dari mall memilih cari tempat nongkrong untuk sekedar minum, tak lama kemudian kembali ada text darinya tanya aku akhirnya nonton dengan siapa, saat itu sudah mau jam 11 malam, kira2 siapa yang mau temani aku nonton midnight mendadak begitu? Rasanya sangat tidak mungkin. Malam itu awalnya aku memang sudah merasa hampa sekali dan sekarang dikecewain oleh orang yang aku bahkan belum pernah ketemu, hhmmm…cukup apes.

 Esok harinya dia kembali kirim text, bilangnya dia gak enakan karena ada urusan mendadak dan menyampaikan tantenya baru dikremasi. Sejak saat itu intensitas dia kirim text lebih sering dari sebelumnya, dan dia berusaha mengatur pertemuan berikutnya, aku juga menyetujui untuk bertemu kembali.

Setelah pertemuan pertama, kami mengatur pertemuan kedua, dari dua kali pertemuan aku kira-kira sudah bisa mengambil sedikit kesimpulan tentang kepribadiannya, dia org yang sangat eksis di jaringan social, suka memberi perhatian dan suka diperhatikan, punya mantan yang sempat jalan 4 tahun tapi sekarang masih berteman, selera humor tinggi, ceria, bermulut manis, tapi sepertinya banyak menyimpan rahasia tentang masa lalunya, namun aku kembali berpikir, siapa yang tidak punya masa lalu? Asal di masa depannya tidak terlena oleh masa lalu saja.

Entah kenapa aku merasa nyaman saja saat jalan bersamanya, tapi aku tetap tidak ingin begitu cepat ambil keputusan. Hingga pertemuan ketiga, dia akhirnya jujur juga bahwa sebenarnya dia bohong soal ke rumah duka, karena dia terlalu kuatir untuk bertemu denganku, karena aku terlalu cool, dan teman-teman genk dia juga tidak mendukungnya bertemu denganku saat itu, tapi juga binggung memberi alasan, akhirnya bilang pergi ke rumah duka. Dari sifatku harusnya aku tak akan mau ketemu org ini kembali, karena alasanya keterlaluan, tapi aku melanggar peraturanku sendiri, dalam hatiku berkata, ada sesuatu yang lain darinya yang membuatku ingin jalanin bersamanya, melihat sejauh mana kami bisa saling berdampingan.

Tuesday, October 8, 2013

Laoshe Teahouse


Hari ini kita akan berkunjung ke sebuah kedai teh di Beijing. Meski sudah beberapa kali dinas ke Beijing, tapi baru kali ini sempat ke lokasi ini, awalnya karena bos ku pengen nonton opera, maka oleh buyer kami yg merupakan orang Beijing disarankan tempat ini, bagi bosku tentu tempat ini sudah tidak asing baginya, tapi bagiku tempat ini sangat bagus, tempat ini mungkin tidak cocok untuk remaja dan anak kecil, karena apa yang jadi pertunjukkan di sini semuanya bertema tentang budaya dan kesenian, dan biasanya anak remaja dan anak kecil kurang bisa memahaminya.

Sejarahnya tea house ini berawal dari seorang bapak-bapak yang menjual teh di depan Tian An Men Square dulunya, per mangkok dia jual 2 sen, dan keunikannya yaitu mangkok teh dia yang tergolong ukuran jumbo. 

Tempat ini terbagi 2 bagian, ada bagian restoran, kita bisa sambil makan dan dihibur dengan pertunjukkan di panggung (ada permainan alat musik china traditional, ada wayang china), untuk dapat tempat duduk kabarnya cukup sulit, apalagi untuk meja paling depan, kita beruntung karena didampingin teman lokal yang galak, akhirnya kita dapat meja paling strategis untuk nonton pertunjukkan. Makan tergolong enak, tapi tidak begitu menonjol bagiku, yang paling enak adalah teh nya yang luar biasa wanginya dan menyegarkan, kita cuma dipesan agar jangan makan terlalu kenyang, karena saat nonton pertunjukkan berikutnya di sebelah akan ada makanan lagi.


finest tea i ever had
kondisi restoran, selain terbagi 2 lantai, mrk juga ada ruangan tertutup.
kostum pelayan
Selesai makan, kita pindah tempat ke sebelah, pas masuk kita ditanyain berapa orang oleh pelayan di depan tangga naik, saat kita naik dia akan berteriak “四位客观楼上坐” artinya "4 tamu silahkan naik ke atas" karena kami memang berempat saat itu. Style teriaknya membuatku teringat film2 chinese di movie, benar2 membuat serasa balik ke zaman dahulu kala, naik selantai ada museum kecil yang memperlihatkan beraneka macam teh, kemudian barang koleksian zaman 40-50an. Naik ke atas lagi merupakan lokasi pertunjukkan berlangsung, aku melihat hampir 1/3 adalah bule, dan sisanya orang chinese yang bukan orang lokal juga, sempat berpikir apakah nantinya mereka tidak kesulitan memahami pertunjukkan di panggung, karena semua pasti dalam bahasa chinese. Tapi ternyata sudah dipikirkan dengan cermat, kanan kiri panggung ada layar TV yang menyediakan terjemahan acara yang sedang berlangsung, jadi para penonton tidak akan merasa kebinggungan.
kereta jualan teh
terlihat bbrp koleksi barang antik (kiri), aku foto ini krn tertarik dgn puisi di atasnya

 























menuju lantai 2 dan 3 akan terlihat bnyk foto org terkenal yg prnh mampir (seperti bingkai foto yg di belakang)






























Dan seperti biasa juga, untuk dapat tempat strategis, perlu booking tiket lebih awal, kita berhasil dapat baris kedua, karena baris pertama khusus untuk tamu VIP (not for sale), aku lihat baris pertama semuanya bule. Acaranya cukup bervariasi, ada pertunjukkan buat teh (茶道), nyanyian opera, bayangan tangan, kera sakti, kungfu, kungfu teh, tarian, dan yang paling seru adalah Atraksi topeng (四川变脸), acara ini sudah beberapa kali saya nonton di TV, dan itu saja dah buat aku cukup tabjuk, sekarang berkesempatan lihat langsung dan dengan jarak dekat, bener2 luar biasa tekniknya.

Durasi acara hampir 2 jam, cukup memuaskan, bagi teman-teman yang main ke Beijing, tempat ini cukup recommend untuk dikunjungi, tapi jangan bawa anak kecil, kalo nanggis bisa repot, hehehe... Total pengeluaran per orang bisa sekitar RMB 600-700 (makan dan nonton pertunjukkan).

 Bagi yang minat, silahkan bisa cari info lebih lanjut, tentang lokasi dan informasi pertunjukkan bisa lihat di tiket terlampir.

Wednesday, October 2, 2013

Berharap?

Bagi teman kelahiran tahun 70-80an pasti pernah nonton film SAY YES! 101 Proposal, film seri Jepang yang cukup populer di awal tahun 90an, saat dinas ke China sebelumnya, kebetulan menonton film ini kembali yang dalam versi Chinese, sempat merasa aku bagaikan pemain pria di dalam film tersebut, atau  bagaikan Mr. Gatsby di film The Great Gatsby, bagaikan Daniel Wu di film Don't Go Breaking My Heart (单身男女). Selalu ada 1 hal yang membuat orang terus berusaha dan punya keyakinan untuk terus bertahan, hingga keyakinan tersebut balik menyakiti.

Kita dikenalkan secara gak sengaja oleh teman, kemudian demi mengenalmu lebih lanjut hampir tiap hari aku nyetir ke daerah yang paling malas aku kunjungi, karena tidak hafal jalanan aku beli iPad agar bisa dapat bantuan GPS, karena kamu gampang bosan dan suka kunjungi tempat2 baru, aku mencari dan mencatat semua tempat2 nongkrong yang bagus agar bisa buat kamu terhibur, aku bahkan membeli buku travel berharap suatu saat bisa pergi berwisata berdua denganmu.

Apakah aku kurang berusaha? apakah caraku salah? apakah aku yang tidak mengerti? Mungkin aku harus ditolak 100 kali, dan pada kesempatan ke 101 baru akan berhasil.

Sekarang terpikir kembali, tidak ada yang kusesalkan, meski kamu bilangnya ingin berteman saja, tapi nyatanya kita tidak pernah kontek kembali, mungkin itu yang kamu inginkan.

Meski masa kita kenalan relatif singkat, tapi denganmu aku sadar akan banyak hal. Kamu pernah nulis status "Everything happen for a reason." tapi pernahkah terpikir untuk mencari jawaban "What is the reason?" Sebenarnya pertemuan kita tujuannya untuk menyadarkanku atau sebaliknya malah untuk menyadarkanmu?

Masih ingat aku pernah memintamu dengar lagu Coco Lee - 能不能 (Can't we?), mungkin hingga hari ini kamu juga tidak pernah mendengarnya, bait pertama lagunya: 
爱情降临了,带走了孤寂的沉闷,我朝你狂奔,好深刻,你是否都还记得?当初多认真,相信着,可那真爱呢?被时间拉扯,被鲸吞,残忍的矛盾。。。
Semoga kamu bisa memahami maknanya...