Tuesday, November 24, 2015

Do you know how to forgive and forget?

Do you know how to forgive and forget?
Jujur, saya juga tidak tahu bagaimana caranya. Rasanya seperti dipaksakan minum racun, di saat badan kita berusaha netralisasi racun, tapi terus dicegokin racun lagi, hasilnya badan kita sudah tidak secepat itu dan butuh waktu lebih lama untuk menetralisai dan  mind set sudah trauma jika disodorin minuman lagi.

Saya membaca banyak artikel tentang inner peace, tentang memaafkan, tentang kedamaian, semua menceritakan "jika kita pernah disakiti, janganlah pernah membalasnya, tapi hadapi dan maafkan." Mudah bukan kedengarannya, tapi pelaksanaanya? Apa saya tidak pernah mencobanya? Andaikan pada saat Anda mencoba memaafkan seseorang, tapi yang Anda alami adalah penambahan luka yang lain, orang yang berusaha kamu maafkan seakan-akan merasa dia telah melakukan segalanya, tapi faktanya dia hanya mengulang kembali perbuatan yang dulu merusak kepercayaan "secara tidak langsung" lagi dan tanpa dia sadari, mungkin disadarkan juga hanyalah mendapat respon mengecewakan, yaitu sebuah ucapan berupa: "aku hanya menyampaikan perasaanku saja." tanpa menghiraukan perasaan orang yang sebenarnya harus dia jaga.

Apa pun jenis kesalahan yang pernah buat, jika seseorang memang ingin meminta dimaafkan, harusnya berusaha menyakinkan bahwa dia merasa bersalah, membuktikan dia tidak akan mengulanginya dan lakukan dengan tindakan nyata, bukan dengan datang dan pergi seenaknya. Jika begitu caranya hanya membuka luka lama dan memperparah suasana.

Ada sebuah artikel bilang "memaafkan tidak butuh dua orang", saya rasa ini sangat tepat, bagaimana pun juga kita tidak bisa mengharapkan orang yang pernah berkhianat bisa menyembuhkan luka yang telah dibuat, ibaratnya jika pernah digigit buaya, jangan pernah percaya buaya tidak akan gigit kamu lagi karena dia bersumpah telah jadi vegetarian, tapi lihat saja sejauh mana dia buktikan. Namun apa itu mungkin buaya jadi vegetarian? Itulah sebabnya "memaafkan tidak butuh dua orang". 
Mudah disebut tapi sulit dilakukan, kita tidak bisa sembarangan curhat, tidak bisa balas dendam, tidak bisa membuka hati kembali, pilihannya hanya harus maafkan dulu, but how? Orang bilang hidup ini singkat, so forgive and forget, enjoy life. Tapi bagaimana? 

Dulu saya selalu berpikir perbuatan baik pasti akan dibalas dengan kebaikan juga, ya sialnya paling diabaikan, tapi paling tidak kita tidak disakiti berkali lipat dari kebaikan yang telah diberikan, dan menghasut diri kita sendiri harus bersabar hanya karena kita peduli dan hargai perasaan orang lain, lantas bagaimana perasaan diri kita sendiri? siapa yang jaga?

Pernah tidak merasa sulit membedakan mana yang baik mana yang buruk? Apa seorang pencuri dibilang buruk jika dia mencuri demi beri makan anak istri? Apa seorang pembohong dibilang buruk jika dia berbohong demi kepentingan banyak orang? Jadi orang berbohong, berdusta, berselingkuh itu buruk? Bagaimana jika dia akan mati jika tidak melakukan hal tersebut karena ada kelainan jiwa, apa kita tetap bisa bilang dia orang buruk? Mungkin orang malah memaklumi perbuatannya. Jadi apa yang membedakan baik dan buruk? 

Kriminal terbesar seseorang adalah meninggalkan "bekas luka" di hati orang lain, jangan perlakukan orang dengan cara yang tidak ingin kamu alami sendiri. Forgive and forget bukan hal yang mudah, bukan sesuatu yang jadi rutinitas ucapan sehari-hari, bukan mainan anak kecil, bukan di kanan say sorry tapi di kiri tetap mengulang hal yang sama. Forget and forgive hanya akan terjadi jika semua "sudah tidak penting" lagi, saat orang yang melakukan semua ini "bukan siapa-siapa" lagi.


Monday, August 24, 2015

The Hate!
























































































That's what happen when you broke someone heart with "violence", so you feel proud with that?
Look at her behavior after heart broken, you feel proud with what you have done?
So you think your partner own you so you can take it for granted?
You think they will be okey with all the lie, cheat and unfaithful, after they have give you all the trust, time, love and finance support?

Jika kamu baru berhasil hancurkan hati seseorang dengan selingkuh, maka selamat deh, karena tukang selingkuh dan tukang bohong tidak akan peduli betapa sakitnya hati orang yang telah dia khianati.
Jika kamu baru diselingkuhi pasangan kamu, jangan kuatir, yang kamu butuhkan hanyalah waktu dan tenaga untuk bangkit kembali. (utk balas dendam? maybe)

Kita mungkin sering dengar teman nasehati teman yang sudah diselingkuhi, bahwa kamu harus maafkan, tenangkan diri, beri dia kesempatan lagi, move on dan bla bla bla, tapi apakah cheater dan liar bisa mengerti apa yang harus dilalui mantan pasangannya setelah apa yang mereka perbuat? Mereka yang jadi korban harus nahan malu karena diselingkuhi, nahan rasa kekecewaan, hilang rasa kepercayaan, dan sekarang dia juga yang disuruh MEMAAFKAN? Lantas apa konsekuensi dari tukang selingkuh? Tidak terlihat kerugiaan apa pun yang dialamai, yang ada juga dia bebas berselingkuh ria, bebas bersenang-senang, apa mereka merasa bersalah? apa mereka insaf? TIDAK!

Pasti orang yang diselingkuhi akan terus bertanya, kenapa bisa diselingkuhi, apa salahku, apa kekuranganku? Jika memang pasanganmu bisa jelaskan alasannya, dan alasannya itu benar dan masuk akal, maka terimalah bahwa kita memang gagal membina sebuah hubungan dan dia hanyalah pengecut yang memilih selingkuh dari pada memutuskan hubungan.
Tapi kadang selingkuh tidak pernah ada alasan jelas, kamu sudah berikan semua yang terbaik, kamu yang terus berkorban, tapi tetap saja diselingkuhi, jadi salah siapa?
Bagaimana jika pasanganmu sudah ketahuan selingkuh? Apa langkah kamu selanjutnya? Iya semua orang akan dengan santai bilang, harus maafkan, tidak ada yang sempurna.
Bagaimana kalau selingkuh utk kedua kalinya? ke tiga, ke empat, ke lima, ke enam, ke tujuh dst? Masih bisa nasehati sabar dan maafkan? Iya pasti yang diselingkuhi tidak punya otak juga.
Bayangkan jika hal yang sama tertimpa padamu (walaupun tidak ada manusia di dunia ini yang mungkin bisa terima dikhianati berulang kali), tapi paling tidak coba bayangkan saja, apa yang kamu lakukan?

Forgive and forget, so they can hurt you again?

Saya pernah mencoba cari artikel di "kelascinta.com" untuk menemukan jawaban di atas, tapi tidak menemukan artiket atau solusi yang berjudul "di mana saat pasangan sudah berkhianat berulang kali tapi tetap kamu maafkan, namun pada akhirnya kamu dikhianati lagi sehingga luka lama luka baru semua terbuka, brengseknya lagi si mantan masih berani memohon balikan tanpa ada perubahan sikap binatangnya itu!"

Bilang saja saya pendendam,saya tidak keberatan, tapi tunggu lah saat kamu alami hal yang sama, maka saat itu baru kamu akan mengerti, KARMA ITU BERLAKU!
 

Apa yang mesti diperhatikan sebelum memulai sebuah relationship?

Banyak yang mengeluh kenapa mereka masih jomblo, banyak juga kita mendengar teman curhat tentang relationship mereka yang buruk, jadi sebenarnya mana yang bagus, single atau in relationship? Tidak ada uraian yang pasti untuk kedua kondisi di atas, tapi yang pasti mana yang membuat kamu merasa happy (tanpa merugikan atau menyakiti orang lain) that's the best for you.

Buat para jomblo (termasuk aku sendiri), kenapa mereka betah men-jomblo atau kenapa ada juga yang desperately ingin cepat-cepat jadian? Bisa dibilang jawabannya cukup bertolak belakang, betah jomblo karena mereka happy dan nyaman dengan kondisi yang ada, sedangkan yang ingin cepat-cepat jadian merasa kebahagiaan mereka ada di tangan calon pacarnya atau merasa lonely saja. Apa pun itu alasannya, ingat saja satu hal, relationship adalah hubungan dua pihak, kata lain saling melengkapi, saling membahagiakan dan saling menghargai, jika merasa kebahagiaan kamu sendiri di atas segalanya, maka ada baiknya kamu sendirian saja.


 
Aku gak berani bilang expert dalam relationship, karena secara pribadi aku juga gagal, tapi banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah pengalaman.

Jadi harus bagaimana jika sudah ada tanda-tanda jodoh datang mengetuk pintu hati? Betul, jodoh itu susah-susah gampang untuk ketemunya, sebelum jodoh itu datang, ada baiknya kita siapkan diri sebaik mungkin, seperti siap secara fisik dan mental. Apa maksudnya siap secara fisik, contohnya selalu jaga penampilan, bukan pesolek tapi tetap jaga kesehatan, kerapian dan kebersihan. Siap secara mental, tentunya siap secara emosional, tidak anggap pacaran itu mainan, tidak mempermainkan perasaan orang, tidak mengambil keuntungan dari orang lain, tidak merepotkan orang, malah sebaliknya harus siap membagi kebahagiaan, siap membantu pasangan ke arah lebih baik, siap lepas dari status single dan memprioritas pasangan, karena pasangan yang baik juga pasti akan melakukan hal yang sama ke kamu.

Sedikit langkah-langkah awal pengenalan yang mesti diperhatikan:
1. Kenalnya dari mana? Jika referensi dari teman, tak ada salahnya kamu tanya2 sejauh mana temanmu kenal dia, kadang teman suka berbaik hati jodohkan kita, tapi tanpa mengenal baik siapa sebenarnya yang dijodohkan. Kalau kenalnya dari dating application, jika obrolan sudah terasa nyambung, lbh baik atur pertemuan secepatnya, untuk hindari terlalu "ngarep" atau "penampilan asli beda dgn foto" adanya tambah kecewa.

2. Sudah mau ketemu nih ceritanya, apa yg mesti dilakukan? Tentunya tempat ketemuan itu di tempat yang wajar, seperti mall, restoran, taman atau tempat2 umum terbuka lainnya, jika langsung diajak ketemuan di kost, di apartment, di rumah dia, rumah kamu, atau langsung ke hotel, lebih baik langsung kamu skip jika tujuannya adalah mencari "belahan hati" bukan mencari "belahan diantara selangkangan". Obrolan saat ketemuan pertama kali sangat penting, namun tidak selalu jadi patokan, kenapa? Karena biasanya masih pada jaim. Usahakan pembicaraan yang santai, jangan terlalu banyak tanya masa lalunya. Amati penampilannya, apa dia org yg sederhana, rapi atau norak (sesuai lokasi tempat pertemuan). Bagaimana cara dia berkomunikasi dengan kamu, apa dia fokus mendengarkan, fokus berbicara tentang dirinya atau malah asyik main hp? Apa dia telat, alasannya apa? Dan kemudian, who pays the bill? That's very simple jika mmg ada selisih umur yang jelas, lbh baik yg lbh dewasa yg bayar, tp gak ada salahnya jika kamu bayar kembali, misalnya dia bayar makan di restoran, kamu bayar minuman saat jalan-jalan, itu lah tanda saling menghargai. 

3. Pertemuan pertama kamu cukup terkesan, tapi jangan langsung terbuai, harus tetap jaga pikiran jernih. Namun siapa yang duluan atur pertemuan kedua? Jgn terlalu pusing, biasanya akan terjadi dengan sendirinya jika komunikasi kalian terus berlanjut setelah pertemuan pertama. Jadi apa yang mesti dilakukan pada pertemuan kedua? Saat ini bolehlah kalian saling bertanya tentang pekerjaan masing2, tanya hobby mereka, dengarkan baik-baik tiap penjelasan dari mereka, karena dari sana kamu bisa ketahui apakah dia merasa terganggu jika kamu kontek dia saat jam kerja, dan aktivitas apa yang membuat dia nyaman, lontarkan pertanyaan sebanyak mungkin tapi tidak yang bersifat privacy, selain bisa memancing pembicaraan terus berjalan, kamu juga bisa memahami lebih jelas orang yg berada di hadapanmu sekarang ini.

4. Pertemuan kedua juga berjalan lancar, kamu merasa dia juga tertarik kepada kamu, jadi apa langkah berikutnya? Bagiku ini titip penentuan, apakah dia bisa jadi pasangan, jadi teman atau kembali jadi stranger. Kenapa? Karena aku yakin arah pendekatan akan sangat berbeda nantinya antara mau jadi teman biasa atau jadi pasangan.
Pada pertemuan ketiga, tanyalah sedikit hal-hal yang lebih spesifik, seperti padangan dia terhadap relationship, tentang apa yang dia inginkan ke depannya, tanya sedikit tentang masa lalunya dan penyebab relationship dia berakhir, pastikan itu sudah benar2 berakhir, jangan sampai kamu hanya sebagai pelarian sesaat atau lebih buruknya malah jadi selingkuhan. Dengarkan baik-baik semua hal yang dia lontarkan, apa ada yang rancu, jangan cuma lihat sisi positif, tapi juga lihat sisi negatif, apa masih bisa kamu toleransi.

Bagiku biasanya 3 kali pertemuan sudah bisa ketahui banyak hal, namun celakanya kadang kita "buta" karena terlanjur sayang lah, terlanjut cinta lah, kita suka mengabaikan hal-hal buruk yang sudah kita temukan dari calon pasangan saat PDKT, berharap dia akan berubah, berharap dia akan mengaku bersalah dan intropeksi, berharap dia tidak akan mengulangnya lagi setelah ditegur. Bukan tidak percaya orang bisa berubah, tapi selama dia tidak merasa bersalah, maka tidak mungkin bisa berubah.

Jika sudah menjalin relationship, buat batasan yang jelas hal-hal yang sama-sama tidak boleh dilanggar, jalani dan tepati selalu, hargai dia, prioritaskan dia, percayai dia, sayangi dia, kamu tentunya ingin pasangan kamu bahagia saat jalan denganmu, bukan? Pasanganmu juga pasti akan lakukan hal yang sama ke kamu jika dia benar2 serius, orang yang sayangi kamu tak akan tega melihat kamu sedih apalagi sampai melukaimu, dan jangan pernah memperalat rasa sayang itu untuk keuntungan pribadi.

Relationship yang sehat adalah relationship yang membuat kamu merasa lebih baik dibanding saat single, lebih bahagia, lebih maju, lebih fokus dan lebih sehat.

Saturday, June 13, 2015

Nasehat


Saat dinas ke Kalimantan, saya bertemu dengan seorang rekan kerja, secara jabatan dia jauh di atas saya, meski sudah lama kenal, tapi baru kali ini dia ajak berbicara sesuatu yang serius, sesuatu yang bagiku cukup dalam dan bersifat privacy. Dia menceritakan history keluarganya, tentang pengalaman magis yang pernah dia alami dan terakhir dia mengakui dia memiliki bakat lain secara spiritual.

Bagiku, tidak ada orang yang berani mengakui kalau dirinya punya bakat spiritual kecuali karena alasan tertentu, apalagi dia menyampaikan secara langsung ke saya yang tidak begitu akrab dengannya. Setelah berbicara cukup lama dan banyak topik, saya menanyakan kepadanya "Kenapa kamu mau menceritakan semua ini kepada saya?" Dia bilang dia juga tidak mengerti, rasanya dia bisa mendapatkan sesuatu dari saya atau sebaliknya, entah dalam waktu dekat atau lama dan dia merasa saya juga ada bakat.

Kami berbicara cukup lama, dari pagi jam 8an hingga jam 12an, saya sempat menanyakan 1 hal ke dia, saya bertanya "Jika ada orang berbuat salah kepada kita, kesalahan itu sangat besar dan menyakitkan, apa yang harus kita lakukan?"Dia sempat berpikir sejenak, kemudian dia menjawab: "Jangan biarkan energi negatif itu menguasaimu." Dia melanjut menceritakan bagaimana dia dulu merasa kecewa pada perusahaan dan menyalurkan energi negatif itu berharap perusahaan celaka, tapi ujung2nya dia juga yang merasakan dampaknya. Dia menasehati, saat hati dan pikiran sudah penuh dengan energi negatif, maka ceritakanlah kepada Tuhan, ceritakan semuanya dengan hati yang tulus dan jujur, kemudian bilang "Tuhan, saya berserah semua kepada-Mu, biarkan Tuhan yang menentukan hukuman untuk orang itu." Jangan ada kebencian, jangan membalas dendam, roda itu berputar, karma itu sungguh ada, segala sesuatu ada sebab dan akibat, dan tidak selamanya yang merasakan karmanya adalah orang yang berbuat, ada kalanya itu berdampak ke orang yang dekat dengan kita. Jika sudah kamu hadapi tapi orang yang membuatmu kecewa masih terus berulang menambah kekecewaan, maka tinggalkanlah, karena itu salah satu cara memperlakukan diri sendiri dengan baik juga.

Terakhir dia bertanya kembali kepadaku, "Budi, jika pasanganmu berselingkuh, apakah kamu akan maafkan?" Saya cukup shock kenapa tiba-tiba dia bertanya begitu, sempat terdiam, kemudian saya menjawab "Saya akan maafkan, dengan syarat tidak terulang kembali." Saya balik bertanya "Kenapa bertanya begitu?" Dia menjawab: "Jika begitu, menikahlah Budi, kamu sudah siap, kamu sudah menyadari manusia pasti akan berbuat salah, baik itu sengaja mau tidak sengaja, tapi betul dengan syarat tidak terulang kembali. Kita tidak tahu kapan kita akan tergoda, tapi selalu ingat ada konsekuensinya."

Pesan dia sebelum akhiri pembicaraan "Senyumlah dari hati, kamu bisa bantu banyak orang."

Monday, May 11, 2015

We meet for a reason, either you are a blessing or a lesson

Saat pertama kali berakhirnya hubungan ini, hanya ada amarah, kecewa, dendam dan trauma yang tertinggal, entah berapa kali aku mengepalkan tangan dan bersumpah akan balas dendam dan menghancurkan hidupnya juga, tapi untung itu tidak menjadi tindakan nyata, aku bersyukur mendapat nasehat positif, aku harus menerima kenyataan, terima semua sudah terjadi, kesalahan tidak selalu di satu pihak dan berhenti mengejar kesalahan, salahku sendiri yang terus memberi kesempatan.

Aku pikir aku bisa mengatasinya, hanya butuh lebih banyak waktu untuk sendiri, semua yang telah hilang akan diraih kembali, tapi kamu terus kembali, kembali untuk menunjukkan bahwa kamu sudah berubah, menunjukkan bahwa kamu menyesal, kembali untuk meminta maaf dan kembali meminta kesempatan untuk kesekian kalinya.

Ketulusanmu mengubah pandanganku, tak bisa disangkal aku memang sangat mencintaimu, perasaan tidak bisa hilang atau berubah begitu saja.
Kita memulai kembali semua dari awal, aku sangat bahagia, sangat gembira dan sangat bersyukur karena kamu benar-benar membuktikan bahwa kamu sudah berubah, aku bangga.

Tapi keadaan tidak berjalan mulus, rintangan terus datang, dan kita sudah berusaha, kamu sudah sangat berusaha, aku menghargainya, tapi rasa sakit hati dan kekecewaan telah terlalu menumpuk. Tidak ada yang menginginkan perpisahan, apalagi perpisahan kedua, ibarat tangan kanan memegang pisau untuk memotong daging di tangan kiri sendiri.

Meski kesempatan kedua hanya singkat, tapi aku menghargai semua moment bahagia yang kita lewatkan, aku tak akan melupakan semua hal-hal menyenangkan yang kamu berikan, senyumanmu, sifat labil kamu, moody, bagaimana kamu buat aku benci dan cinta di saat yang bersamaan.

Semoga suatu saat teringat dirimu kembali, aku akan tersenyum.
Di saat orang lain menanyakan kembali tentang kamu, aku akan bilang sebuah kenangan dan pelajaran tak terlupakan.

Aku berterima kasih, terima kasih kamu sudah temani aku lalui begitu banyak hal, begitu banyak moment, kamu membuat saya belajar artinya kepercayaan, artinya komitment, berharganya sharing kebahagiaan dengan orang lain, berharganya sebuah relationship, membuat saya mengerti batas toleransi, dan membuat saya mengerti artinya kata "thank you dan sorry" pada saat yang bersamaan. Mungkin aku sudah tahu semua kata-kata di atas tapi kamu yang membuat saya belajar dan mengerti arti sebenarnya.

Aku mendoakan kamu lebih duluan menemukan pasangan baru yang bisa membahagiakanmu, menyembuhkanmu dan bisa menemanimu selalu, aku mendoakan kamu menemukan kegembiraan yang selalu kamu cari.


We meet for a reason, either you are a blessing or a lesson.
You have a gentle side, and a lonely heart that can't be tame.
I wish you find your happiness.