Monday, August 24, 2015

The Hate!
























































































That's what happen when you broke someone heart with "violence", so you feel proud with that?
Look at her behavior after heart broken, you feel proud with what you have done?
So you think your partner own you so you can take it for granted?
You think they will be okey with all the lie, cheat and unfaithful, after they have give you all the trust, time, love and finance support?

Jika kamu baru berhasil hancurkan hati seseorang dengan selingkuh, maka selamat deh, karena tukang selingkuh dan tukang bohong tidak akan peduli betapa sakitnya hati orang yang telah dia khianati.
Jika kamu baru diselingkuhi pasangan kamu, jangan kuatir, yang kamu butuhkan hanyalah waktu dan tenaga untuk bangkit kembali. (utk balas dendam? maybe)

Kita mungkin sering dengar teman nasehati teman yang sudah diselingkuhi, bahwa kamu harus maafkan, tenangkan diri, beri dia kesempatan lagi, move on dan bla bla bla, tapi apakah cheater dan liar bisa mengerti apa yang harus dilalui mantan pasangannya setelah apa yang mereka perbuat? Mereka yang jadi korban harus nahan malu karena diselingkuhi, nahan rasa kekecewaan, hilang rasa kepercayaan, dan sekarang dia juga yang disuruh MEMAAFKAN? Lantas apa konsekuensi dari tukang selingkuh? Tidak terlihat kerugiaan apa pun yang dialamai, yang ada juga dia bebas berselingkuh ria, bebas bersenang-senang, apa mereka merasa bersalah? apa mereka insaf? TIDAK!

Pasti orang yang diselingkuhi akan terus bertanya, kenapa bisa diselingkuhi, apa salahku, apa kekuranganku? Jika memang pasanganmu bisa jelaskan alasannya, dan alasannya itu benar dan masuk akal, maka terimalah bahwa kita memang gagal membina sebuah hubungan dan dia hanyalah pengecut yang memilih selingkuh dari pada memutuskan hubungan.
Tapi kadang selingkuh tidak pernah ada alasan jelas, kamu sudah berikan semua yang terbaik, kamu yang terus berkorban, tapi tetap saja diselingkuhi, jadi salah siapa?
Bagaimana jika pasanganmu sudah ketahuan selingkuh? Apa langkah kamu selanjutnya? Iya semua orang akan dengan santai bilang, harus maafkan, tidak ada yang sempurna.
Bagaimana kalau selingkuh utk kedua kalinya? ke tiga, ke empat, ke lima, ke enam, ke tujuh dst? Masih bisa nasehati sabar dan maafkan? Iya pasti yang diselingkuhi tidak punya otak juga.
Bayangkan jika hal yang sama tertimpa padamu (walaupun tidak ada manusia di dunia ini yang mungkin bisa terima dikhianati berulang kali), tapi paling tidak coba bayangkan saja, apa yang kamu lakukan?

Forgive and forget, so they can hurt you again?

Saya pernah mencoba cari artikel di "kelascinta.com" untuk menemukan jawaban di atas, tapi tidak menemukan artiket atau solusi yang berjudul "di mana saat pasangan sudah berkhianat berulang kali tapi tetap kamu maafkan, namun pada akhirnya kamu dikhianati lagi sehingga luka lama luka baru semua terbuka, brengseknya lagi si mantan masih berani memohon balikan tanpa ada perubahan sikap binatangnya itu!"

Bilang saja saya pendendam,saya tidak keberatan, tapi tunggu lah saat kamu alami hal yang sama, maka saat itu baru kamu akan mengerti, KARMA ITU BERLAKU!
 

Apa yang mesti diperhatikan sebelum memulai sebuah relationship?

Banyak yang mengeluh kenapa mereka masih jomblo, banyak juga kita mendengar teman curhat tentang relationship mereka yang buruk, jadi sebenarnya mana yang bagus, single atau in relationship? Tidak ada uraian yang pasti untuk kedua kondisi di atas, tapi yang pasti mana yang membuat kamu merasa happy (tanpa merugikan atau menyakiti orang lain) that's the best for you.

Buat para jomblo (termasuk aku sendiri), kenapa mereka betah men-jomblo atau kenapa ada juga yang desperately ingin cepat-cepat jadian? Bisa dibilang jawabannya cukup bertolak belakang, betah jomblo karena mereka happy dan nyaman dengan kondisi yang ada, sedangkan yang ingin cepat-cepat jadian merasa kebahagiaan mereka ada di tangan calon pacarnya atau merasa lonely saja. Apa pun itu alasannya, ingat saja satu hal, relationship adalah hubungan dua pihak, kata lain saling melengkapi, saling membahagiakan dan saling menghargai, jika merasa kebahagiaan kamu sendiri di atas segalanya, maka ada baiknya kamu sendirian saja.


 
Aku gak berani bilang expert dalam relationship, karena secara pribadi aku juga gagal, tapi banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah pengalaman.

Jadi harus bagaimana jika sudah ada tanda-tanda jodoh datang mengetuk pintu hati? Betul, jodoh itu susah-susah gampang untuk ketemunya, sebelum jodoh itu datang, ada baiknya kita siapkan diri sebaik mungkin, seperti siap secara fisik dan mental. Apa maksudnya siap secara fisik, contohnya selalu jaga penampilan, bukan pesolek tapi tetap jaga kesehatan, kerapian dan kebersihan. Siap secara mental, tentunya siap secara emosional, tidak anggap pacaran itu mainan, tidak mempermainkan perasaan orang, tidak mengambil keuntungan dari orang lain, tidak merepotkan orang, malah sebaliknya harus siap membagi kebahagiaan, siap membantu pasangan ke arah lebih baik, siap lepas dari status single dan memprioritas pasangan, karena pasangan yang baik juga pasti akan melakukan hal yang sama ke kamu.

Sedikit langkah-langkah awal pengenalan yang mesti diperhatikan:
1. Kenalnya dari mana? Jika referensi dari teman, tak ada salahnya kamu tanya2 sejauh mana temanmu kenal dia, kadang teman suka berbaik hati jodohkan kita, tapi tanpa mengenal baik siapa sebenarnya yang dijodohkan. Kalau kenalnya dari dating application, jika obrolan sudah terasa nyambung, lbh baik atur pertemuan secepatnya, untuk hindari terlalu "ngarep" atau "penampilan asli beda dgn foto" adanya tambah kecewa.

2. Sudah mau ketemu nih ceritanya, apa yg mesti dilakukan? Tentunya tempat ketemuan itu di tempat yang wajar, seperti mall, restoran, taman atau tempat2 umum terbuka lainnya, jika langsung diajak ketemuan di kost, di apartment, di rumah dia, rumah kamu, atau langsung ke hotel, lebih baik langsung kamu skip jika tujuannya adalah mencari "belahan hati" bukan mencari "belahan diantara selangkangan". Obrolan saat ketemuan pertama kali sangat penting, namun tidak selalu jadi patokan, kenapa? Karena biasanya masih pada jaim. Usahakan pembicaraan yang santai, jangan terlalu banyak tanya masa lalunya. Amati penampilannya, apa dia org yg sederhana, rapi atau norak (sesuai lokasi tempat pertemuan). Bagaimana cara dia berkomunikasi dengan kamu, apa dia fokus mendengarkan, fokus berbicara tentang dirinya atau malah asyik main hp? Apa dia telat, alasannya apa? Dan kemudian, who pays the bill? That's very simple jika mmg ada selisih umur yang jelas, lbh baik yg lbh dewasa yg bayar, tp gak ada salahnya jika kamu bayar kembali, misalnya dia bayar makan di restoran, kamu bayar minuman saat jalan-jalan, itu lah tanda saling menghargai. 

3. Pertemuan pertama kamu cukup terkesan, tapi jangan langsung terbuai, harus tetap jaga pikiran jernih. Namun siapa yang duluan atur pertemuan kedua? Jgn terlalu pusing, biasanya akan terjadi dengan sendirinya jika komunikasi kalian terus berlanjut setelah pertemuan pertama. Jadi apa yang mesti dilakukan pada pertemuan kedua? Saat ini bolehlah kalian saling bertanya tentang pekerjaan masing2, tanya hobby mereka, dengarkan baik-baik tiap penjelasan dari mereka, karena dari sana kamu bisa ketahui apakah dia merasa terganggu jika kamu kontek dia saat jam kerja, dan aktivitas apa yang membuat dia nyaman, lontarkan pertanyaan sebanyak mungkin tapi tidak yang bersifat privacy, selain bisa memancing pembicaraan terus berjalan, kamu juga bisa memahami lebih jelas orang yg berada di hadapanmu sekarang ini.

4. Pertemuan kedua juga berjalan lancar, kamu merasa dia juga tertarik kepada kamu, jadi apa langkah berikutnya? Bagiku ini titip penentuan, apakah dia bisa jadi pasangan, jadi teman atau kembali jadi stranger. Kenapa? Karena aku yakin arah pendekatan akan sangat berbeda nantinya antara mau jadi teman biasa atau jadi pasangan.
Pada pertemuan ketiga, tanyalah sedikit hal-hal yang lebih spesifik, seperti padangan dia terhadap relationship, tentang apa yang dia inginkan ke depannya, tanya sedikit tentang masa lalunya dan penyebab relationship dia berakhir, pastikan itu sudah benar2 berakhir, jangan sampai kamu hanya sebagai pelarian sesaat atau lebih buruknya malah jadi selingkuhan. Dengarkan baik-baik semua hal yang dia lontarkan, apa ada yang rancu, jangan cuma lihat sisi positif, tapi juga lihat sisi negatif, apa masih bisa kamu toleransi.

Bagiku biasanya 3 kali pertemuan sudah bisa ketahui banyak hal, namun celakanya kadang kita "buta" karena terlanjur sayang lah, terlanjut cinta lah, kita suka mengabaikan hal-hal buruk yang sudah kita temukan dari calon pasangan saat PDKT, berharap dia akan berubah, berharap dia akan mengaku bersalah dan intropeksi, berharap dia tidak akan mengulangnya lagi setelah ditegur. Bukan tidak percaya orang bisa berubah, tapi selama dia tidak merasa bersalah, maka tidak mungkin bisa berubah.

Jika sudah menjalin relationship, buat batasan yang jelas hal-hal yang sama-sama tidak boleh dilanggar, jalani dan tepati selalu, hargai dia, prioritaskan dia, percayai dia, sayangi dia, kamu tentunya ingin pasangan kamu bahagia saat jalan denganmu, bukan? Pasanganmu juga pasti akan lakukan hal yang sama ke kamu jika dia benar2 serius, orang yang sayangi kamu tak akan tega melihat kamu sedih apalagi sampai melukaimu, dan jangan pernah memperalat rasa sayang itu untuk keuntungan pribadi.

Relationship yang sehat adalah relationship yang membuat kamu merasa lebih baik dibanding saat single, lebih bahagia, lebih maju, lebih fokus dan lebih sehat.