Akhir-akhir ini aku sering dihadapi sebuah pertanyaan oleh temanku, dia berulang kali mengeluh bahwa dia merasa bosan, bosan karena ini, bosan melakukan itu dan lain-lain, lantas apa yang membuat orang merasa bosan?
Jika kita bosan dengan pekerjaan apakah kita harus berhenti dan ganti pekerjaan?
Jika kita bosan dengan pasangan apakah kita harus ganti pasangan?
Jika kita bosan begini apakah kita harus ganti begitu?
Coba luangkan sedikit waktu untuk benar-benar tenangkan diri dan berhenti menanyakan pertanyaan yang sama terus menerus, bisa jadi itulah sumber kebosanan terjadi.
Ada yang berkata kebosanan itu muncul karena kejenuhan terhadap sesuatu atau seseorang yang di mana dulunya menyenangkan tapi sekarang rasa kesenangan itu sudah berkurang.
Kenapa kesenangan itu bisa berkurang? Karena kita sendiri mengulangi kesenangan tersebut terus menerus dengan cara yang sama tanpa ada perubahan sama sekali. Contohnya kita suka dengar lagu Mariah Carey, mungkin jika kita dengar beberapa kali kita akan merasa senang, tapi jika didengar terus menerus pasti akan merasa bosan dan momentnya jadi hilang, apalagi Mariah Carey aja sudah ubah haluan lagunya dari dulunya yang melow jadi RnB dan hiphop, karena dia sendiri juga bosan dan butuh ubah cara menyanyi. Contoh lainnya lagi, kita suka makan ayam di KFC, jika pagi siang malam makan KFC terus menurus pasti juga akan merasa eneg.
Lantas bagaimana mengatasi kebosanan? Yaitu memberi batasan kepada diri sendiri, saat kita sudah mendapatkan momentnya, saat itulah kita harus stop dan beralih ke hal lain. Sebuah blog phisikologi menuliskan "cara-cara
untuk menghilangkan kebosanan adalah dengan memberi limit pada sesuatu itu
agar tidak sampai pada titik kejenuhan, limit ini dalam arti tidak
melakukan hal yang sama secara terus menerus, pokoknya ada hal yang di
ragamkan.
jika tempat tak bisa di tukar, aktifitas tak bisa di tukar, objek tak bisa ditukar, maka tukarlah dan gantilah mana yg bisa di tukar, sehingga tdk merugikan atau mengurangi sesuatu yg rutin tersebut."
jika tempat tak bisa di tukar, aktifitas tak bisa di tukar, objek tak bisa ditukar, maka tukarlah dan gantilah mana yg bisa di tukar, sehingga tdk merugikan atau mengurangi sesuatu yg rutin tersebut."
Saya tidak tahu bagaimana orang lain mengatasi kebosanannya, di sini aku menceritakan caraku mengatasi kebosanan, semua orang punya rutinitas dan hobby sendiri, saya sendiri suka makan seafood, tapi saya tidak akan makan seafood dua kali dalam sehari, saya suka makan kwetiau, tapi saya tidak akan makan kwetiau dua kali dalam sehari, adanya dua bungkus dalam sekali makan, saya suka fitness tapi saya tidak akan mengulang latihan gerakan yang sama saat tiap kali ke tempat fitness, saya variasikan dengan ikut kelas dan aktivitas lainnya atau ganti lokasi lain, saya suka nonton di 21 atau Blitz, tapi saya tidak akan nonton 2 movie berturut turut di 21 maupun di blitz, apalagi nonton movie yang sama terus menerus dalam waktu yang relatif dekat.
Bagaimana jika saya harus melakukan hal yang sama terus menerus setiap hari? Contohnya saya harus bangun pagi dan pergi kerja setiap senin-jumat? Perjalanan ke kantor mungkin tidak banyak pilihan, saya kadang suka coba lewatin jalan yang berbeda, mgkn coba pakai mobil yang berbeda (bisa pinjam teman), atau mungkin coba naik taxi, coba naik motor, tiba kantor mungkin saya mulai dengan hal-hal yang menyenangkan, misalnya minum kopi, baca berita, main social media atau main game sebentar sebelum fokus dengan kesibukan kantor. Dan bagaimana jika saya sudah bosan bekerja meski sudah lakukan semua variasi? Mungkin bisa dengan sukai teman-teman kerjamu, suka dalam arti senang ngobrol dan bertukar pikiran dengan mereka, buat suasana kerja lebih menyenangkan. Tapi bagaimana jika semua itu sudah tidak mempan? Maka ingat tujuan bekerja untuk apa? Mungkin karena butuh gajinya?
Ada saatnya kerja tentu ada saatnya bersenang-senang, jika kamu sudah bekerja keras, bekerja dalam waktu panjang, maka berilah diri sendiri "kesenangan", misalnya pergi shopping, pergi liburan singkat, pergi relax atau sekedar bobo malas sepanjang hari, yang penting lakukan itu sendiri atau dengan orang yang juga menyenangi aktivitas tersebut, tidak perlu paksakan atau meminta kepada orang lain untuk memberikan kesenangan itu, karena kadang bisa memberi efek sebaliknya. Kesenangan itu seharusnya berasal dari diri sendiri, tidak selalu mesti pemberian dari orang lain.
Satu lagi kebosanan yang menurut saya paling konyol dan lucu, banyak orang mengeluh dia bosan dengan pasangannya, apa yang saya uraikan di sini hanya pandangan dari apa yang saya pernah dengar, saya tidak habis pikir kenapa orang bisa merasa bosan dengan pasangan mereka sendiri, ironisnya bagaimana jika sebenarnya pasangan Anda juga sudah bosan kepada diri Anda sendiri? Lantas apa yang kalian lakukan jika sudah bosan dengan pasangan? Kalian akan selingkuh? atau cari pasangan yang baru? Jika itu solusinya, maka jangan salahkan orang lain jika kamu diperlakukan sama seperti itu, ibarat baju sudah bosan pake tinggal buang dan ganti yang baru.
Coba Anda pikirkan kembali, kalian posisikan pasangan kalian sebagai apa? Jika kalian anggap dia "ATM" maka kalian akan bosan saat dia berhenti memberimu materi, jika kalian anggap dia "badut" maka kalian akan bosan saat dia tidak bisa membuatmu tersenyum, jika kalian anggap dia "supir" maka kalian akan bosan saat dia tidak bisa mengantar jemput kamu, jika kalian anggap dia "pelampiasan sex" maka kalian akan bosan juga saat sensasinya sudah hilang.
Dari pengalaman relationship yang saya alami, hingga sekarang belum pernah aku alami hal seperti itu, kenapa? Karena saya tidak mengharapkan sesuatu yang berlebihan dari pasanganku. Dulu kenapa bisa jatuh cinta, ya itulah yang aku suka darinya, karena personality, karena bagaimana dia perlakukan kamu, karena bagaimana dia selalu memberi dukungan, selalu mendengarkan, memberi arahan positif, dan selalu ingat satu hal, dia bukan serba bisa, ada kalanya kita yang harus memberi kembali. Jadi apakah kalian masih merasa bosan sama orang yang sudah mendukungmu, selalu menemanimu dan memberimu perhatian?
Lantas bagaimana jika sama-sama tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan? Itu juga pertanyaan bodoh, kebahagiaan itu dari diri sendiri, jika kamu sendiri bahagia maka orang di sekitarmu juga akan bahagia, orang yang bahagia dibiarkan duduk diam juga bisa tersenyum.
Lantas bagaimana jika sama-sama tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan? Itu juga pertanyaan bodoh, kebahagiaan itu dari diri sendiri, jika kamu sendiri bahagia maka orang di sekitarmu juga akan bahagia, orang yang bahagia dibiarkan duduk diam juga bisa tersenyum.
Jadi bagaimana menghadapi rasa bosan? Menurutku harus tahu batas, tidak banyak menuntut, meski suka akan sesuatu juga tidak boleh terlampau sering mengulanginya, isi diri sendiri dengan aktivitas yang positif, saat kerja benar2 kerja, saat istirahat benar2 istirahat, dan selalu merasa bersyukur ada orang yang menemanimu.
Ingat, saat Anda merasa bosan, orang lain juga akan merasa bosan, karena energi positif maupun negatif itu menular, jadi kenapa harus menularkan energi negatif?
Ingat, saat Anda merasa bosan, orang lain juga akan merasa bosan, karena energi positif maupun negatif itu menular, jadi kenapa harus menularkan energi negatif?
Bosan itu relatif. Saya lebih senang menikmati rutinitas itu sendiri.
ReplyDeleteBahagia, damai dan puas itu terpancar dari dalam diri ini jadi pertahankan itu.
Bosan itu sepertinya paham anak muda.
Orang dewasa hampir selalu melakukan hal yang sama setiap waktu tapi tidak bosan karena aktivitas itu bermanfaat.
Salam santun
tulisan yang bagus. saya suka paragraf ini:
ReplyDelete"Coba Anda pikirkan kembali, kalian posisikan pasangan kalian sebagai apa? Jika kalian anggap dia "ATM" maka kalian akan bosan saat dia berhenti memberimu materi, jika kalian anggap dia "badut" maka kalian akan bosan saat dia tidak bisa membuatmu tersenyum, jika kalian anggap dia "supir" maka kalian akan bosan saat dia tidak bisa mengantar jemput kamu, jika kalian anggap dia "pelampiasan sex" maka kalian akan bosan juga saat sensasinya sudah hilang."