Untuk dapatin cuti di kantorku tergolong gampang-gampang susah, paling tidak itu yang terjadi padaku. Setelah penuh penantian dan harap-harap cemas hampir sebulan, akhirnya cuti disetujui, luar biasanya aku ambil cuti langsung 7 hari, di tambah weekend dan liburan total jadi 12 hari, amazing bukan? Jika utk dapatin cuti aja begitu susah, tentu cara gunakan cuti juga harus luar biasa.
Liburanku kali ini sangat luar biasa, merupakan liburan paling panjang dengan jumlah kota yang dikunjungi juga paling banyak (di luar dinas) yang pernah aku lakukan.
1. Yogyakarta (3 hari)
Jam 9 malam berangkat dari station kereta api Jakarta (Gambir), jam 4:20 pagi tiba di statiun Yogyakarta, pertama hal yg harus dilakukan tentunya adalah makan nasi gudeg, hehehe...udah lama aku ngiler makanan ini, akhirnya kesampaian juga.
Bagiku Yogya kota yang berseni, walau aku gak sempat berkunjung ke tempat yang bersejarah seni, pas di Yogya sempat jalan di Malioboro yg bnyk makanan kuliner, terus ke Alun2 yang punya 2 pohon beringin besar, konon jika bisa jalan lurus lewatin kedua pohon tersebut maka impian bisa terwujud, tapi pas pergi kondisinya lagi becek jalannya, kemudian ada ke pusat kerajinan perak, udah cobain juga naik angkot lokal sampai ke Candi Borobudur, sungguh bangunan yang luar biasa, tapi apesnya pas hari hujan juga, kurang bisa hunting foto. Soal makanan mgkn aku tidak terlalu banyak jelajahi, cuma sempat cobain restoran Raminten, bakpia, angkringan, kopi jos, kalimilk, tapi paling berkesan adalah pada saat berkunjung ke Gunung Merapi - Kaliurang, makan di restoran Buekenhof, pengen rasanya lama2 di restoran itu, selain makanan enak, harga terjangkau, suasana ketenangannya yang paling kusukai.
Alun-alun, konon jika bisa jalan lurus melewatinya dengan kondisi mata tertutup, maka semua doa akan terkabulkan.

Candi Borobudur
Restoran Buekenhof

Restoran Buekenhof, sungguh tempat yg tenang untuk menghabiskan waktu sambil santap makanan lezat.
Rumah korban letusan gunung merapi, kekuatan alam sungguh menggerikan

Alun-alun, konon jika bisa jalan lurus melewatinya dengan kondisi mata tertutup, maka semua doa akan terkabulkan.

Candi Borobudur
Restoran Buekenhof

Restoran Buekenhof, sungguh tempat yg tenang untuk menghabiskan waktu sambil santap makanan lezat.

Bunga Edelweiss, bunga yang tidak boleh kena air.
2. Bali (4 hari)
Satu kata - Hujan. Selama 4 hari di Bali, bisa dibilang tiap sore selalu hujan, cuaca mendung, agak membuat acara jalan-jalan terganggu sih. Awalnya rencana rental motor saja selama di Bali, tapi lihat sikon cuaca yang mendung terus, hujan, angin dingin, akhirnya menyerah dan rental mobil juga setelah 2 hari mencoba menggunakan motor.
Rencana awal sebenarnya ke Bali pengen cari ketenangan juga, tanning, sunset, beach dan sea, tapi karena hujan jadinya tidak bisa tanning, tidak ada sunset, ke beach jg gak bisa tiap saat, hujannya juga buat suasana hati kelabu, hahaha...dan juga gak ada shopping apa pun. Secara kesimpulan perjalanan di Bali agak kurang menyenangkan.
Hotel Mulia, jika punya uang lebih, habiskan liburan di sini juga lumayan.
Open Beach di belakang Hotel Mulia.
Blue Point
Tari Kecak, nice performance.
3. Lombok (1 hari)
Semua orang pasti sudah tahu airport Lombok sekarang jauh dari pusat wisata (Senggigi), jika rental mobil biayanya bisa kisaran 350-400ribu, naik taxi pake argo mungkin bisa 100an, tapi sepertinya akan sulit menemukan taxi yang menggunakan argo di daerah bandara. Kali ini saya mencoba naik Damri, cuma 35ribu per orang sudah bisa turun langsung di daerah Sengigi.
Perjalanan di lombok juga terkesan biasa saja, karena pesawat dari Bali ke Lombok sempat delay, kmdn perjalanan dari airrport ke hotel di sengigi juga lumayan jauh (hampir 2 jam), tiba hotel sudah malam, kondisi hotel juga agak lembab (ditambah teman travel ngingau bilang hotelnya ada hantu), hujan pula hampir sepanjang siang.
Jadi selama sehari di lombok cuma sempat jalan ke pantai Sengigi, cuaca mendung, tidak bisa menikmati panasnya pantai, tidak bisa apa2.
Saat mau nyebrang dari pantai Bangsal ke pulau Gili, terjadi hal kurang menyenangkan, dihimbau jika ada traveler mau nyebrang dari Lombok ke Gili, harap beli tiket di loket penjualan tiket, jgn beli dgn agen travel. Tiket penyebrangan dari pelabuhan bangsal ke Gili Trawangan cuma 13ribu per orang, lama perjalanan 30 menit (jika tidak ada ombak).
4. Gili Trawangan (4 hari)
Nah ini inti sari dan puncaknya perjalanan kali ini, mesti saat tiba Gili diguyur hujan, naik cidomo yg rada bau, jalan hutan yang rada becek, tapi semua terbayarkan saat tiba hotel, kondisi kamarnya begitu perfect, rasanya hujan di luar malah membuat suasana jadi makin sempurna.
Gili trawangan, pulau yang bebas polusi karena tidak ada kendaraan bermotor sama sekali, cuma ada kapal perahu, cidomo (kereta kuda) dan sepeda saja sebagai alat transportasi di sana, penduduk mayoritas islam, secara keseluruhan tidak ada menu makanan yang terlalu unik atau spesial, hanya keindahan alam dan suasana yang menjadi nilai jual tersendiri.
Hotel yg ditawarkan sangat beraneka macam, mulai dari yg backpacker sampai buat yang berdompet tebal, bisa buat single traveler, family maupun lover.
Bar di Gili Trawangan juga cukup menarik, pertama kalinya aku hampir tiap malam berkunjung ke bar, sampai akhirnya merasa agak jenuh juga karena melihat orang mabok terus.
Yg paling tak terlupakan adalah malam terakhir sebelum pulang, aku mencoba Magic Mushroom (setelah coba 2 kali sebelumnya namun tidak efek), rasanya mual abis makan, kmdn mulai terasa lemas, seterusnya akan terasa happy dan tertawa dgn apa saja, tapi gak pantas ditiru ya, cukup sekedar tau aja.
Hotel Oasis Trawangan, tempat yang sangat cocok untuk menikmati ketenangan, very recommended place.










Jalan-jalan yang luar biasa
ReplyDeleteSuatu saat akan saya jalani juga.
ckckckkk
salam hebat
menang BERSAMA
hidup adalah PERJUANGAN